<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>rahmatan lil alamin</title>
	<atom:link href="http://tradyn.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tradyn.wordpress.com</link>
	<description>sunyi di tengah keramaian</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jan 2008 12:12:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tradyn.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>rahmatan lil alamin</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tradyn.wordpress.com/osd.xml" title="rahmatan lil alamin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tradyn.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Membela Sunnah</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/30/abu-hanifah-nu%e2%80%99man-bin-tsabit-membela-sunnah/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/30/abu-hanifah-nu%e2%80%99man-bin-tsabit-membela-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 12:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2008/01/30/abu-hanifah-nu%e2%80%99man-bin-tsabit-membela-sunnah/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Abu Hanifah sangat konsisten terhadap sunnah dan sangat membenci segala macam kebid’ahan dalam agama sehingga beliau sangat membenci ilmu kalam dan filsafat karena ilmu tersebut menjadi sumber malapetaka dan kesesatan dalam memahami agama serta pemicu utama timbulnya kebid’ahan, maka para murid beliau telah meriwayatkan berbagai macam perkataan dan pernyataan beliau yang seluruhnya mengandung satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=15&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;">Imam Abu Hanifah sangat konsisten terhadap sunnah dan sangat membenci segala macam kebid’ahan dalam agama sehingga beliau sangat membenci ilmu kalam dan filsafat karena ilmu tersebut menjadi sumber malapetaka dan kesesatan dalam memahami agama serta pemicu utama timbulnya kebid’ahan, maka para murid beliau telah meriwayatkan berbagai macam perkataan dan pernyataan beliau yang seluruhnya mengandung satu maksud dan tujuan, yaitu kewajiban berpegang kepada hadits Nabi, meninggalkan kebid’ahan dan larangan taklid kepada para imam bila bertentangan dengan hadits Nabi, serta membenci ilmu filsafat.<span id="more-15"></span></span><span style="font-family:Arial;">Beliau menegaskan tentang bahaya taklid dan pentingnya kembali kepada al Kitab dan as Sunnah “Tidak halal bagi siapa saja yang mengambil pendapat kami kalau tidak tahu sumbernya, baik dari al Qur’an, as Sunnah, ijma’ umat atau <i>qias jail </i>(terang)”</span><span style="font-family:Arial;">Qadhi Abu Yusuf salah seorang murid Imam Abu Hanifah berkata kepada Bisyir al Murisi:”Berilmu tentang ilmu kalam merupakan suatu kebodohan dan tidak mengerti tentang ilmu kalam merupakan suatu pengetahuan. Seorang ketika menjadi pemuka agama atau tokoh ilmu kalam maka ia adalah zindiq atau tertuduh sebagai seorang zindiq”. Berkata pula :”Barangsiapa yang belajar ilmu kalam, ia akan menjadi zindiq dan barangsiapa mencari harta dengan kimia akan bangkrut, sedangkan orang yang mempelajari hadits-hadits nyeleneh ia akan menjadi pendusta”.</span><span style="font-family:Arial;">Beliau berkata :”Aku telah menjumpai para ahli ilmu kalam, maka hati mereka sangat keras, jiwanya sangat kasar, tidak peduli jika pemikiran mereka bertentangan dengan al Qur’an dan as Sunnah, dan mereka tidak memiliki sifat wara’ dan takwa”</span><span style="font-family:Arial;">Di tempat lain ketika beliau ditanya tentang hokum membahas dan mempelajari ilmu kalam baik dari sosok dan pemahaman, maka berkata :”Ambillah hadits dan tempuhlah cara beragama para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in dan jauhilah setap perkara yang baru dalam beragama, karena setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah”</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Pustaka </span><span style="font-family:Arial;">Zainal Abidin. 2007. Ensiklopedi Penghujatan terhadap Sunnah. Imam Abu Hanifah Press. Jakarta. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=15&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/30/abu-hanifah-nu%e2%80%99man-bin-tsabit-membela-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ucapan Kuburan kepada Mayit ketika baru Dimasukkan ke dalam Tanah</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/27/ucapan-kuburan-kepada-mayit-ketika-baru-dimasukkan-ke-dalam-tanah/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/27/ucapan-kuburan-kepada-mayit-ketika-baru-dimasukkan-ke-dalam-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 14:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ath Turmudzi meriwayatkan dari hadits Abdullah ibnul Walid al Washafi, dari ‘Athiyyah, dari Abu Sa’id, dia berkata : “Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam masuk ke dalam ruangan shalatnya. Beliau melihat banyak orang (di sana). Seakan-akan mereka semua tertawa lebar dan bercanda ria. Maka Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda: “Ingatlah ! Sesungguhnya jika kalian memperbanyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=14&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font face="Times New Roman">Ath Turmudzi meriwayatkan dari hadits Abdullah ibnul Walid al Washafi, dari ‘Athiyyah, dari Abu Sa’id, dia berkata : “Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam masuk ke dalam ruangan shalatnya. Beliau melihat banyak orang (di sana). Seakan-akan mereka semua tertawa lebar dan bercanda ria. Maka Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda: “Ingatlah ! Sesungguhnya jika kalian memperbanyak ingat terhadap sesuatu yang menghancurkan kenikmatan (maut), pasti sesuatu fenomena yang ghaib yang aku saksikan akan menyibukkan kalian (untuk memperbanyak dzikir). Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (maut). Karena sesungguhnya tidak akan berlalu sutu haripun di alam kubur kecuali dia (kuburan) akan berkata :”Aku ini adalah rumah (untuk orang) yang asing. Aku ini adalah tempat tinggal untuk orang yang sendirian. Aku ini adalah rumah yang akan menjadikan penghuninya menjadi tanah dan menyebabkan mereka dimakan cacing”.<span id="more-14"></span></font></span><span><font face="Times New Roman"></p>
<p style="text-indent:27pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Jika seorang hamba mukmin telah dikebumikan, maka kuburan akan berkata kepadanya :”Selamat dating. Engkau adalah pejalan kaki di permukaanku yang aku cintai. </span><span>Hari ini engkau telah diserahkan lagi kepadaku dan berakhir kepadaku. Engkau akan melihat (bagaimana) perlakuanku kepadamu”. Lantas kuburan akan diluaskan sepanjang mata memandang. Dan dibukakan untuknya sebuah pintu menuju surga. </span></p>
<p><span>Apabila yang dikuburkan seorang kafir atau durhaka, maka kuburan itu akan berkata: “Aku tidak mengucapkan selamat datang (kepadamu). Ingatlah ! Kamu adalah pejalan kaki ddi permukaanku yang paling aku benci. Hari ini kamu telah diserahkan kembali kepadaku dan kembali kepadaku. Kamu akan melihat (bagaimana) perlakuanku kepadamu”. Lantas tanah kuburan menghimpitnya sehingga tulang rusuknya menjadi ringsek” Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam mengibaratkan hal itu (himpitan tanah kuburan) dengan cara menjalin jari-jemarinya.</span><span>Beliau kembali bersabda :”Dia akan diserahkan kepada tujuhpuluh ular besar. Seandainya salah satu ular itu menyengat di permukaan bumi, maka bumi tidak akan bisa menumbuhkan apapun. Dunia ini tetap berlangsung dan ular-ular ini terus menyengat orang kafir sampai waktu hisab nanti.</span><span>Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam juga pernah bersabda “Kuburan <span> </span>itu bisa menjadi salah satu taman surga atau malah menjadi salah satu lubang dari beberapa lubang neraka”. At Turmudzi mengatakan bahwa hadits ini gharib. Kami tidak mengetahui kecuali hanya satu jalur periwayatan ini.</span></p>
<p style="text-indent:27pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="text-indent:27pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span>Pustaka</span></p>
<p><span></span><span>Ibnu Rajab. 2001. Kehidupan Alam Kubur. Pustaka Azzam. Jakarta. </span></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=14&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/27/ucapan-kuburan-kepada-mayit-ketika-baru-dimasukkan-ke-dalam-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>apakah anda pengikut taqlid ?</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/21/apakah-anda-pengikut-taqlid/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/21/apakah-anda-pengikut-taqlid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 10:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2008/01/21/apakah-anda-pengikut-taqlid/</guid>
		<description><![CDATA[mungkin sebagian besar dari kita-meskipun pernah mondok atau kuliah bertahun tahun-masih bingung apa sich sebenarnya taqlid,  apakah saya termasuk pengikut taqlit, berikut artikel singkat, semoga bermanfaat DEFINISI TAQLID Taqlid secara bahasa adalah meletakkan “al-qiladatun” (kalung) ke leher. Dipakai juga dalam hal menyerahkan perkara kepada seseorang seakan-. akan perkara tersebut diletakkan di lehernya seperti kalung. [Lisanul Arab 3/367 dan Mudzakkirah Ushul Fiqh hal.3 14]Adapun taqlid menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=13&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin sebagian besar dari kita-meskipun pernah mondok atau kuliah bertahun tahun-masih bingung apa sich sebenarnya taqlid,  apakah saya termasuk pengikut taqlit, berikut artikel singkat, semoga bermanfaat</p>
<p>DEFINISI TAQLID</p>
<p>Taqlid secara bahasa adalah meletakkan “al-qiladatun” (kalung) ke leher. Dipakai juga dalam hal menyerahkan perkara kepada seseorang seakan-. akan perkara tersebut diletakkan di lehernya seperti kalung. [Lisanul Arab 3/367 dan Mudzakkirah Ushul Fiqh hal.3 14]Adapun taqlid menurut istilah adalah mengikuti perkataan yang tidak ada hujjahnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993 dan l’lamul Muwaqqi’in 2/178]<br />
Ada juga yang mengatakan bahwa taqlid adalah mengikuti perkataan orang lain tanpa mengetahui dalilnya. [Mudzakkirah Ushul Fiqh hal. 3 14]<br />
<span id="more-13"></span><br />
CELAAN TERHADAP TAQLID<br />
Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mencela taqlid dalam Kitab-Nya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.<br />
“Artinya : Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb selain Allah” [AtTaubah :31]<br />
Ketika Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam membaca ayat Ini maka dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, kami dulu tidak menjadikan mereka sebagai rabb rabb.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya, Bukankah jika mereka halalkan kepada kalian apa yang diharamkan atas kalian maka kalian juga menghalalkannya, dan jika mereka haramkan apa yang dihalalkan atas kalian maka kalian juga mengharamkannya?” Adi Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ltulah peribadatan kepada mereka” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Jami’ nya 3095 dan Baihaqidalam Sunan Kubra 10/116 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram hal.20]<br />
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.<br />
“Artinya : Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” (Rasul itu) berkata: ‘Apakah (kamu akan mengikutinyajuga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya” [Az-Zukhruf : 23-24]<br />
Al-Imam lbnu Abdil Barr rahimahullahu berkata, “Karena mereka taqlid kepada bapak-bapak mereka maka mereka tidak mau mengikuti petunjuk para Rasul” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/977]<br />
Alloh menyifati orang-orang yang taqlid dengan firman-Nya.<br />
&#8220;Artinya : Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-arang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun” [Al-Anfal : 22]<br />
“Artinya : Ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dan orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali” [Al-Baqarah : 166]<br />
Al-Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Para ulama berargumen dengan ayat-ayat mi untuk membatalkan taqlid” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/978]</p>
<p>BANTAHAN PARA ULAMA KEPADA PEMBELA TAQLID<br />
Al-Imam Al-Muzani berkata, “Dikatakan kepada orang yang berhukum dengan taqlid, Apakah kamu punya hujjah pada apa yang kamu hukumi?’ Jika dia mengatakan,‘Ya’, secara otomatis dia membatalkan taqlidnya, karena hujjah yang mewajibkan dia menghukumi itu bukan taqlidnya”.<br />
Jika dia mengatakan, “Aku menghukumi tanpa memakai hujjah.” Dikatakan kepadanya, “Kalau begitu mengapa engkau tumpahkan darah, engkau halalkan kemaluan, dan engkau musnahkan harta padahal Alloh mengharamkan semua itu kecuali dengan hujjah, Alloh berfirman:<br />
“Artinya : Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini”. [Yunus : 68]<br />
Kalau dia mengatakan, “Aku tahu kalau aku menepati kebenaran walaupun aku tidak mengetahui hujjah, karena aku telah taqlid kepada seorang ulama besar yang dia tidak berkata kecuali dengan hujjah yang tersembunyi dariku” Dikatakan kepadanya, “Jika dibolehkan taqlid kepada gurumu karena dia tidak berkata kecuali dengan hujjah yang tersembunyi darimu, maka taqlid kepada guru dan gurumu lebih utama karena dia tidak berkata kecuali dengan hujjah yang tersembunyl dari gurumu sebagaimana gurumu tidak berkata kecuali dengan hujjah yang tersembunyi darimu.” Kalau dia mengatakan, “Ya”, maka dia harus meninggalkan taqlid kepada guru dari.gurunya dan yang di atasnya hingga berhenti kepada para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.<br />
Kalau dia enggan melakukan itu berarti dia telah membatalkan ucapannya dan dikatakan kepadanya, “Bagaimana dibolehkan taqlid kepada orang yang lebih kecil dan lebih sedikit ilmunya dan tidak boleh taqlid kepada orang yang lebih besar dan lebih banyak ilmunya? ini jelas menupakan kontradiksi.”<br />
Kalau dia mengatakan, “Karena guruku -meskipun dia lebih kecil- dia telah menggabungkan ilmu orang-orang yang di atasnya kepada ilmunya, karena itu dia lebih paham apa yang dia ambil dan lebih tahu apa yang dia tinggalkan” Dikatakan kepadanya, “Demikian juga orang yang belajar dari gurumu maka dia sungguh telah menggabungkan ilmu gurumu dan ilmu orang-orang yang di atasnya kepada ilmunya, maka engkau harus taqlid kepada orang ini dan meninggalkan taqlid kepada gurumu. Demikian juga engkau lebih berhak untuk taqlid kepada dirimu sendiri daripada taqlid kepada gurumu! Jika dia tetap pada perkataannya ini berarti dia menjadikan orang yang lebih kecil dan orang yang berbicara dari para ulama yunior lebih pantas ditaqlidi daripada para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Demikian juga menurut dia seorang sahabat harus taq lid kepada seorang tabi’in, dalam keadaan seorang tabi’ in di bawäh sahabat menurut analogi perkataannya, maka yang lebih tinggi selamanya lebih rendah, maka cukuplah ini merupakan kejelekan dan kerusakan” [Diriwayatkan oleh Al-Khathib Al-Baghdady dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih 2/69-70 dan dinukil oleh lbnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/992-993]<br />
Al-Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Dikatakan kepada orang yang taqlid: Mengapa engkau taqlid dan menyelisihi salaf dalam masalah ini, karena salaf tidak melakukan taqlid?” Kalau dia mengatakan, “Aku taqlid karena aku tidak paham tafsir Kitabullah dan aku belum menguasai hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sedangkan yang aku taqlidi telah mengetahui semuanya itu maka berarti aku taqlid kepada orang yang lebih berilmu daripadaku”<br />
Dikatakan kepadanya, “Adapun para ulama, jika mereka sepakat pada sesuatu dan tafsir Kitabullah atau periwayatan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau sepakat pada sesuatu maka itu adalah al-haq yang tidak ada satu pun keraguan di dalamnya. Akan tetapi mereka telah berselisih dalam hal yang kamu taqlidi, lalu apa argumenmu di dalam taqild kepada sebagian mereka tidak kepadã yang lainnya, padahal mereka semua berilmu. Bisa jadi orang yang tidak kamu pakai perkataanya lebih berilmu daripada orang yang engkau taqlidi?”<br />
Jika dia mengatakan, “Aku taqlid kepadanya karena aku tahu dia di atas kebenaran.” Dikatakan kepadanya, “Apakah kamu tahu hal itu dengan dalil dari Al-Kitab, Sunnah, dan ijma’?”Jika dia mengatakan, “Ya”, maka dia telah membatalkan taqlidnya dan dituntut untuk mendatangkan dalil dan perkataannya” [Jami’ Bayanil Ilmi wa Ahlihi 2/994]</p>
<p>dikutip dari al manhaj.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=13&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2008/01/21/apakah-anda-pengikut-taqlid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>manfaat kurma</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/09/15/manfaat-kurma/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/09/15/manfaat-kurma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 04:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/09/15/manfaat-kurma/</guid>
		<description><![CDATA[alhamdulillah, di tengah maraknya penyakit-penyakit ganas dan mematikan Allah masih menurunkan karunia berupa obat, salah satunya adalah kurma. berikut kasiat-kasiat dari kurma : [1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan. Penelitian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=9&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah, di tengah maraknya penyakit-penyakit ganas dan mematikan Allah masih menurunkan karunia berupa obat, salah satunya adalah kurma. berikut kasiat-kasiat dari kurma :</p>
<p class="MsoNormal">[1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.</p>
<p class="MsoNormal">Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.<span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal">[2]. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya . Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.</p>
<p class="MsoNormal">Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.</p>
<p class="MsoNormal">[3]. Memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya.</p>
<p class="MsoNormal">[4]. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal">[5]. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.</p>
<p class="MsoNormal">[6]. Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari ganguan jin.</p>
<p class="MsoNormal">[7]. Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.</p>
<p class="MsoNormal">[8]. Buah kurma dapat mencegah stroke</p>
<p class="MsoNormal">[9]. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.</p>
<p class="MsoNormal">[10]. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.</p>
<p class="MsoNormal">[11] Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari buku Kupas Tuntas Khasiat Kurma Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim, As-Sunnah Ash-Shahihah dan Tinjauan Medis Modern, Penulis Zaki Rahmawan, Pengantar Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Media Tarbiyah – Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Hijjah 1426H]</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=9&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/09/15/manfaat-kurma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Muslimah</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/21/peran-muslimah/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/21/peran-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 10:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/06/21/peran-muslimah/</guid>
		<description><![CDATA[ Sesungguhnya wanita muslimah mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Dialah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika ia berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qurâan dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=8&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"> Sesungguhnya wanita muslimah mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Dialah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika ia berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qurâan dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap Muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dalam segala sesuatu.<span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal">Kesesatan bangsa-bangsa dan penyimpangannya tidak akan terjadi kecuali karena mereka menjauh dari ajaran Allah Subhanahu wa Taala dan ajaran yang diajarkan oleh para nabi dan rasulNya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p class="MsoNormal">Artinya : Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qurâan) dan Sunnah NabiNyaâ€ [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab Al-Muwaththa]</p>
<p class="MsoNormal">Didalam Al-Qurâan terdapat banyak ayat yang menunjukkan betapa pentingnya kaum wanita sebagai ibu, sebagai istri, sebagai saudara dan sebagai anak. Mereka juga mempunyai hak-hak dan kewajiban-kewajiban, sedangkan Sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berfungsi menjelaskan secara detail.</p>
<p class="MsoNormal">Urgensi atau pentingnya (peran wanita) itu tampak di dalam beban tanggung jawab yang harus diembannya dan perjuangan berat yang harus ia pikul yang pada sebagiannya melebihi beban tanggung jawab yang dipikul kaum pria. Maka dari itu, di antara kewajiban terpenting kita adalah berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya dan mempergaulinya dengan baik. Dalam hal ini ia harus lebih diutamakan dari pada ayah. Allah Subhanahu wa Taala berfirman.</p>
<p class="MsoNormal">Artinya : Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada Ku-lah kamu kembaliâ€ [Luqman : 14]</p>
<p class="MsoNormal">Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulanâ€ [Al-Ahqaf : 15]</p>
<p class="MsoNormal">Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam seraya berkata : Ya Rasulullah, siapa manusia yang lebih berhak untuk saya pergauli dengan baik ? Jawab Nabi, Ibumu Ia bertanya lagi,Lalu siapa?Jawab beliau,Ibumu, Ia bertanya lagi, Lalu siapa lagi ?Beliau jawab Ayahmu[Diriwayatkan oleh Imam Bukhari]</p>
<p class="MsoNormal">Makna yang terkandung di dalam hadits ini adalah bahwa ibu harus mendapat 3x (tiga kali) lipat perbuatan baik (dari anaknya) dibandingkan bapak.</p>
<p class="MsoNormal">Kedudukan istri dan pengaruhnya terhadap jiwa laki-laki telah dijelaskan oleh ayat berikut ini.</p>
<p>Artinya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang[Ar-Rum : 21]</p>
<p class="MsoNormal">Ibnu Katsir di dalam tafsirnya tentang mawadah wa rahmah mengatakan : Mawaddah adalah rasa cinta dan Rahmah adalah rasa kasih sayang, karena sesungguhnya seorang laki-laki hidup bersama istrinya adalah karena cinta kepadanya atau karena kasih dan sayang kepadanya, agar mendapat anak keturunan darinya.</p>
<p class="MsoNormal">Sesungguhnya ada pelajaran yang sangat berharga dari Khadijah Radhiyallahu anha dimana beliau mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentramkan rasa takut yang dialami Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika Malaikat Jibril turun kepadanya dengan membawa wahyu di goa Hira untuk pertama kalinya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang kepada Khadijah dalam keadaan seluruh persendiannya gemetar, seraya bersabda.</p>
<p class="MsoNormal">Artinya : Selimuti aku! Selimuti aku! Sungguh aku mengkhawatirkan diriku Maka Khadijah berkata : Tidak. Demi Allah, Allah tidak akan membuatmu menjadi hina sama sekali, karena engkau selalu menjalin hubungan silaturahmi, menanggung beban, memberikan bantuan kepada orang yang tak punya, memuliakan tamu dan memberikan pertolongan kepada orang yang berada di pihak yang benar[Muttafaq Alaih]</p>
<p class="MsoNormal">Kita juga tidak lupa peran Aisyah Radhiyallahu anha dimana para tokoh sahabat Nabi banyak mengambil hadits-hadits dari beliau, dan begitu pula kaum wanita banyak belajar kepadanya tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan mereka. Dan belum lama, yaitu pada zaman Imam Muhammad bin Saud rahimahullah, beliau dinasehati oleh istrinya agar mau menerima dakwah tokoh pembaharu, yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, ketika Syaikh Muhammad menawarkan dakwah kepadanya. Nasehat sang istri mempunyai pengaruh yang begitu besar sehingga terjadi kesepakatan di antara mereka berdua untuk memperbaharui dakwah dan menyebar luaskannya, (yang hingga kini) kita merasakan pengaruhnya dalam penegakkan Aqidah kepada penduduk Jazirah Arab.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=8&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/21/peran-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meninggalkan Pekerjaan yang di dalamnya terdapat Maksiat</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/19/meninggalkan-pekerjaan-yang-di-dalamnya-terdapat-maksiat/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/19/meninggalkan-pekerjaan-yang-di-dalamnya-terdapat-maksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 10:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/06/19/meninggalkan-pekerjaan-yang-di-dalamnya-terdapat-maksiat/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagian manusia tidak setuju keputusan sebagian orang yang meninggalkan pekerjaan yang di dalamnya terdapat perbuatan maksiat dan yang diharamkan, dan menuduh mereka tergesa-gesa, membinasakan diri sendiri, dan tidak mendapatkan pekerjaan, apakah rizki memang ditangan mereka ? Jawaban Semua rizki berada di tangan Allah Subhanahu wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=7&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Pertanyaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagian manusia tidak setuju keputusan sebagian orang yang meninggalkan pekerjaan yang di dalamnya terdapat perbuatan maksiat dan yang diharamkan, dan menuduh mereka tergesa-gesa, membinasakan diri sendiri, dan tidak mendapatkan pekerjaan, apakah rizki memang ditangan mereka ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jawaban</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Semua rizki berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta�ala. Bisa saja tindakannya meninggalkan maksiat menjadi penyebab datangnya rizki, karena firman Allah Subhanahu wa Ta�ala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Artinya : Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya� [Ath-Thalaq : 2-3]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rizki dari Allah Subhanahu wa Ta�ala tidak akan bisa didapatkan karena kemaksiatan kecuali atas dasar istidraj (memperdaya/memberikan tempo). Apabila anda melihat seseorang yang diberikan Allah rizki yang melimpah kepadanya, sedangkan dia tetap melakukan maksiat, maka ini adalah istidraj dari Allah kepadanya, karena Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman dalam KitabNya.</span></p>
<p><span>Artinya : Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzabNya itu adalah sangat pedih lagi keras� [Hud : 102]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta�ala memberikan tempo kepada orang yang zhalim, hingga apabila Allah Subhanahu wa Ta�ala menurunkan adzabNya, Dia tidak akan melepaskannya. Lalu beliau membaca ayat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Artinya : Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzabNya itu adalah sangat pedih lagi keras� [Hud : 102]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Adapun ucapan orang yang mengatakan bahwa ini adalah tindakan tergesa-gesa dan membinasakan diri sendiri, sebenarnya hal ini tidak bisa kita katakan tergesa-gesa atau tidak tergesa-gesa hingga kita melihat kondisi orang yang lari dari pekerjaan, apakah dia bisa tetap bekerja disertai sifat sabar atau tidak bisa sabar, sehingga terpaksa keluar dari pekerjaannya. Apabila ia bisa sabar dan mengharapkan pahala terhadap gangguan yang didapatnya, apalagi dalam perkara-perkara penting seperti seorang tentara misalnya, maka dia wajib untuk tetap bersabar. Dan jika itu tidak mungkin lalu dipaksa keluar, maka dosa atas orang yang mengeluarkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> [Fatawa Mu�ashirah, hal. 61 Syaikh Ibn Baz]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> [Disalin dari bukuAl-Fatawa Asy-Syar�iyyah Fi Al-Masa�il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]</span></p>
<p class="MsoNormal">dikutip dari :</p>
<p class="MsoNormal"><span>http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1898&amp;bagian=0</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=7&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/19/meninggalkan-pekerjaan-yang-di-dalamnya-terdapat-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>koreksi wahhabi</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/16/koreksi-wahhabi/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/16/koreksi-wahhabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2007 07:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/06/16/koreksi-wahhabi/</guid>
		<description><![CDATA[Koreksi Gelar “Wahhabi” Wahhabi bukanlah sebuah gelar yang dicetuskan oleh pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, namun dari musuh-musuh dakwah, baik karena politik saat itu seperti Turki atau para pecinta kesyirikan dari kalangan kaum Sufi dan Rafidhah dengan tujuan melarikan manusia dari dakwah yang beliau embank dan menggambarkan bahwa beliau membawakan ajaran baru atau madzhab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=6&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;" align="center"><strong><span>Koreksi Gelar “Wahhabi”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Wahhabi bukanlah sebuah gelar yang dicetuskan oleh pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, namun dari musuh-musuh dakwah, baik karena politik saat itu seperti Turki atau para pecinta kesyirikan dari kalangan kaum Sufi dan Rafidhah dengan tujuan melarikan manusia dari dakwah yang beliau embank dan menggambarkan bahwa beliau membawakan ajaran baru atau madzhab kelima yang menyelisihi empat madzhab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Al Ustadz az Zirikli mengatakan dalam biografi syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : “Musuh-musuh mereka menggelari dengan Wahhabiyyun nisbat kepada beliau. Gelar ini sangat popular di kalangan orang Eropa, sehingga masuk dalam kamus modern mereka. Sebagian mereka salah ketika menganggapnya sebagai madzhab baru dalam Islam karena meniru kedustaan para musuhnya, lebih-lebih para da’i yang didukung oleh Turki Utsmani”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Kalau mau dicermati, gelar ini sebenarnya salah kaprah ditinjau dari berbagai segi :</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Bahasa</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span>Apabila ditinjau secara kaidah bahasa Arab, gelar Wahhabi nisbat kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah keliru. Nisbat yang benar –kalau mau jujur- adalah “Muhammadiyyah”, karena nisbat kepada namanya Muhammad, bukan ayahnya yang tidak ada sangkut pautnya yaitu Abdul Wahhab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span>Sangat aneh, gelar ini diingkari oleh orang-orang Nejed, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa gelar ini hanyalah impor dari luar Nejed yang disebarkan oleh musuh-musuh dakwah, terutama Turki waktu itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span>Meskipun begitu, ternyata Allah menghendaki nama Wahhabi sebagai nisbat kepada al-Wahhab (Maha Pemberi), yang merupakan salah satu nama Allah Subhanahu Wata’ala</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Sejarah</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span>Mengekor dari kesalahan di atas, maka gelar ini memiliki dampak negatif lainnya yang tidak kalah parahnya, yaitu penyelewengan terhadap sejarah, sebab banyak para sejarawan yang akhirnya menisbatkan dakwah ini kepada ayah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, bukan kepada dirinya. Contohnya : Farid Wajdi dalam <em>Dairah Ma’arif</em>nya juz kesepuluh, dia mengatakan<span>  </span>: “Wahhabiyah adalah sekelompok kaum muslimin yang mengikut seorang bernama Abdul Wahhab di Arab”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span>Bahkan dalam <em>Kitab al-Alam </em>yang ditulis oleh para doctor Amerika dari berbagai bidang : sejarah, filsafat, dan sastra, mereka mengatakan : “Mereka adalah sekelompok kaum muslimin di Jazirah Arab yang mengikuti ajaran Abdul Wahhab, pembaharu yang muncul pada tahun 1945 M. masih banyak lagi lainnya yang terjerumus dalam kesalahan ini. Hal ini tidak lain karena gelar dan penisbatan yang tidak sesuai kenyataan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;">dikutip dari buku</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;">Meluruskan Sejarah Wahhabi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=6&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/16/koreksi-wahhabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>siapakah syiah itu ?</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/05/siapakah-syiah-itu/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/05/siapakah-syiah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2007 12:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/06/05/siapakah-syiah-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Syi&#8217;ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang bersatu/berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah 3/61) Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=5&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Syi&#8217;ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang bersatu/berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah 3/61)<span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal">Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucunya sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa` Wan Nihal 2/113, karya Ibnu Hazm)</p>
<p class="MsoNormal">Syi&#8217;ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, kelompok ini terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat dan Isma&#8217;iliyyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (Al-Milal Wan Nihal hal.147, karya Asy-Syihristani)</p>
<p class="MsoNormal">Namun, tampaknya yang terpenting untuk diangkat pada edisi kali ini adalah sekte Imamiyyah atau yang dikenal dengan nama lain yaitu Rafidhah, yang sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dengan negara Iran-nya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=5&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/05/siapakah-syiah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>siapakah Abdullah bin Saba&#8217;</title>
		<link>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/04/abdullah-bin-saba/</link>
		<comments>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/04/abdullah-bin-saba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 09:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhi003</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tradyn.wordpress.com/2007/06/04/abdullah-bin-saba/</guid>
		<description><![CDATA[Jati diri Abdullah bin Saba diperselisihkan. Ada sebagian ulama tarikh yang menisbatkannya ke suku Himyar. Sementara Al-Qummi memasukkannya ke dalam suku Hamadan. Adapun Abdul Qahir al-Baghdadi menyebutnya berasal dari kabilah Al-Hirah. Sedangkan Ibnu Katsir berpendapat, Ibnu Saba berasal dari Rumawi. Tetapi Ath-Thabari dan Ibnu Asakir menyebutnya berasal dari negeri Yaman. Syaikh Abdullah Al-Jumaili menyatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=4&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Jati diri Abdullah bin Saba diperselisihkan. Ada sebagian ulama tarikh yang menisbatkannya ke suku Himyar. Sementara Al-Qummi memasukkannya ke dalam suku Hamadan. Adapun Abdul Qahir al-Baghdadi menyebutnya berasal dari kabilah Al-Hirah. Sedangkan Ibnu Katsir berpendapat, Ibnu Saba berasal dari Rumawi. Tetapi Ath-Thabari dan Ibnu Asakir menyebutnya berasal dari negeri Yaman.<span id="more-4"></span></span></p>
<p>Syaikh Abdullah Al-Jumaili menyatakan bahwa dirinya condong kepada pendapat yang terakhir. Dalihnya, pendapat ini mengakomodasi mayoritas pendapat tentang negeri asal Ibnu Saba. Pendapat ini tidak bertentangan dengan pendapat pertama (ia berasal dari suku Al-Himyar), juga dengan pendapat kedua (ia berasal dari suku Hamadan). Pasalnya, dua kabilah ini berasal dari Yaman. Sementara pendapat Ibnu Katsir dan Al-Baghdadi tidak sejalan.</p>
<p>Perbedaan pendapat ini muncul lantaran keberadaan dirinya yang sengaja ia rahasiakan, sampai orang-orang yang sezaman dengannya pun tidak mengenalnya, baik nama maupun negeri asalnya. Sengaja ia sembunyikan identitas dirinya, karena ia memiliki rencana rahasia, yaitu ingin berbuat makar terhadap Islam. Dia tidaklah memeluk Islam, kecuali untuk mengelabui, karena ia ingin menggerogoti Islam dari dalam.</p>
<p>Salah satu bukti yang menunjukkan ia sengaja menutup diri, yaitu jawaban yang diberikan kepada Abdullah bin Amir. Tatkala ia ditanya oleh Abdullah bin Amir tentang asal usulnya, Abdullah bin Saba menjawab : “(Aku) adalah seorang lelaki dari ahli kitab yang ingin memeluk Islam, dan ingin berada disampingmu”.<br />
&lt;!&#8211;[if !supportLineBreakNewLine]&#8211;&gt;<br />
&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tradyn.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tradyn.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tradyn.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tradyn.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tradyn.wordpress.com&amp;blog=1093356&amp;post=4&amp;subd=tradyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tradyn.wordpress.com/2007/06/04/abdullah-bin-saba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cce46fd5bba611005541951d65dd3e80?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhi003</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
